Senin, 03 Oktober 2016




SIFATUL HURUF & MAKHARAJUL HURUF
TARQIQ
Tarqiq merupakan  salah satu pembahasan dalam ilmu tajwid .Tarqiq dikenal dengan Muraqaqqah yang artinya menipiskan . Cara membaca huruf-huruf tarqiq dibaca tipis dengan memundurkan bibir seperti tersenyum .
Huruf yang selalu dibaca dengan tarqiq, yaitu huruf-huruf istifaal (terhamparnya lidah di dasar mulut saat membaca huruf-huruf tersebut, dan merupakan huruf-huruf selain isti’laa’) selainا ل ر, yaitu ث ب ت ع ز م ن ي ج و د ح  ف ه ء ذ س  ش ك
Hurufا  (Alif )
Huruf alif dibaca tarqiq jika huruf pendahulunya juga tipis. Sebagai contoh: جَاءَdan  شَاءَ.
Huruf ل (Lam)ketika berhenti maupun  tidak di dalam sebuah kata.Kondisi ini memungkinkan untuk terjadi di tengah dan di akhir dari sebuah kata.Kondisi yang pertama, jika rasukun terletak di tengah sebuah kata. Huruf ra‘ dibaca tarqiq hanya jika : 
1) kasrah terdapat pada huruf sebelumnya.
2) kasrah tersebut merupakan bagian asli dari kata tersebut,
 3) kasrah dan ra‘ berada dalam satu kata, 
 4) huruf setelah ra‘ tersebut bukan huruf isti’laa‘. Sehingga ke-empat syarat tersebut harus terpenuhi supaya huruf ra‘ dibaca tarqiq. Sebagaicontoh: مِرْيَة, الْفِرْدَوْسِ, danفِرْعون.
Dan huruf ra‘dibaca tarqiq jika huruf  pendahulunya memiliki kasrah. contohnya: وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ.
Ketiga, jika huruf ra’ memiliki sukun ketika berhenti, dan  memiliki harakah jika kita melanjutkannya. Hal ini hanya mungkin  terjadi jikahuruf ra’ berada di akhir kata
Huruf lam dibaca tarqiq jika didahului huruf yang memiliki kasrah. Contohnya بِسْمِ اللَّهِdan قُلِ اللَّهُمَّ.
Huruf  ر (Ra’)
Huruf ra’ dapat dibaca  tarqiq tergantung pada kondisinya. Secara umum dapa tdibagi menjadi:
  1. Jikahuruf ra’ memiliki harakah baik ketika berhenti maupun tidak di dalam sebuah kata.
  2. Jikahuruf ra’ memiliki sukun baik ketika berhenti maupun tidak di dalam sebuah kata.
  3. Jikahuruf ra’ memiliki sukun ketika berhenti, dan memiliki harakah jika kita melanjutkannya.
Pertama, jika huruf ra’ memiliki harakah baik ketika berhenti maupun tidak di dalam sebuah kata.Kondisi ini hanya mungkin terjadi di permulaan atau di tengah sebuah kata.
Kemudian huruf ra’ dibaca tarqiq jika memiliki kasrah. Sebagai contoh: رِجَالٌ, رِئَاءَ النَّاسِ, dan الصَّابِرِينَ.
Kedua,jika huruf ra’memiliki sukun.
.
Huruf ra’sukun semacam ini dibaca tarqiq jika didahului huruf yang memiliki kasrah. Contohnya: قُدِرdan لِلذِّكْرِ
Kondisi ini juga berlaku jika huruf ra’ sukun didahului oleh ي sakinah.Sebagaicontoh: نَذِيرٌ dan الْخَيْر..