SIFATUL HURUF & MAKHARAJUL HURUF
TARQIQ
Tarqiq merupakan salah satu pembahasan dalam ilmu tajwid .Tarqiq dikenal dengan Muraqaqqah yang artinya menipiskan
. Cara membaca huruf-huruf tarqiq dibaca tipis
dengan memundurkan bibir seperti tersenyum .
Huruf yang selalu dibaca dengan tarqiq,
yaitu huruf-huruf istifaal (terhamparnya lidah di
dasar mulut saat membaca huruf-huruf tersebut, dan merupakan huruf-huruf selain isti’laa’)
selainا ل ر,
yaitu ث ب ت ع ز م ن ي ج و د ح ف ه ء ذ س
ش ك
Hurufا (Alif )
Huruf alif dibaca tarqiq jika huruf pendahulunya juga
tipis. Sebagai contoh: جَاءَdan شَاءَ.
Huruf ل (Lam)ketika berhenti maupun tidak
di dalam sebuah kata.Kondisi ini memungkinkan untuk terjadi di tengah dan di
akhir dari sebuah kata.Kondisi yang pertama, jika ra‘ sukun terletak
di tengah sebuah kata. Huruf ra‘ dibaca tarqiq hanya jika :
1) kasrah terdapat pada huruf sebelumnya.
2) kasrah tersebut merupakan bagian asli dari kata tersebut,
3) kasrah dan ra‘
berada dalam satu kata,
4) huruf setelah ra‘ tersebut bukan huruf isti’laa‘.
Sehingga ke-empat syarat tersebut harus terpenuhi supaya huruf ra‘ dibaca tarqiq.
Sebagaicontoh: مِرْيَة, الْفِرْدَوْسِ, danفِرْعون.
Dan huruf ra‘dibaca tarqiq jika huruf pendahulunya memiliki kasrah. contohnya: وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ.
Ketiga, jika huruf ra’ memiliki sukun ketika berhenti,
dan memiliki harakah jika kita melanjutkannya. Hal
ini hanya mungkin terjadi jikahuruf ra’ berada di akhir kata
Huruf lam dibaca tarqiq jika didahului huruf
yang memiliki kasrah. Contohnya بِسْمِ اللَّهِdan قُلِ
اللَّهُمَّ.
Huruf ر (Ra’)
Huruf ra’ dapat dibaca tarqiq tergantung pada kondisinya.
Secara umum dapa tdibagi menjadi:
- Jikahuruf ra’ memiliki harakah baik ketika berhenti maupun tidak di dalam sebuah kata.
- Jikahuruf ra’ memiliki sukun baik ketika berhenti maupun tidak di dalam sebuah kata.
- Jikahuruf ra’ memiliki sukun ketika berhenti, dan memiliki harakah jika kita melanjutkannya.
Pertama, jika huruf ra’ memiliki harakah baik ketika berhenti maupun tidak
di dalam sebuah kata.Kondisi ini hanya mungkin terjadi di permulaan atau di
tengah sebuah kata.
Kemudian huruf ra’ dibaca tarqiq jika memiliki kasrah. Sebagai contoh: رِجَالٌ, رِئَاءَ النَّاسِ, dan الصَّابِرِينَ.
Kedua,jika huruf ra’memiliki sukun.
.
Huruf ra’sukun semacam ini dibaca tarqiq jika didahului huruf
yang memiliki kasrah. Contohnya: قُدِرdan لِلذِّكْرِ.
Kondisi ini juga berlaku jika huruf ra’
sukun didahului oleh ي sakinah.Sebagaicontoh: نَذِيرٌ dan الْخَيْر..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar